info main bola Pelatih Genius? Bukan, Guardiola Itu Buang-Buang Duit!

info main bola – Josep Guardiola sering disebut sebagai pelatih terbaik di era sepak bola modern. Trofi selalu mengiringinya ke mana pun, termasuk di Manchester City beberapa tahun terakhir.

Nama Guardiola mulai dikenal dunia pada tahun 2008 silam. Dia melatih Barcelona dan membentuk salah satu tim terbaik dalam sejarah sepak bola. Di Barca, Pep meraih total 14 trofi.

Selanjutnya, Guardiola melanjutkan kariernya di Bundesliga, membawa Bayern Munchen mendominasi Bundesliga. Lalu, dia mulai menangani Manchester City pada tahun 2016 lalu.

Enam tahun di Man City, Pep telah meraih total 11 trofi, termasuk empat gelar Premier League.

Puluhan trofi tersebut membuat nama Guardiola semakin harum. Dia disebut sebagai pelatih terbaik di dunia sepak bola untuk saat ini.

Biar begitu, gagasan tersebut ditolak oleh analis Sky Sports, Richard Keys. Menurutnya, Pep bukanlah pelatih genius, tapi beruntung didukung klub dengan banyak uang.

“Guardiola sering disebut sebagai seorang genius, itu salah. Dia memang bagus, tapi dia beruntung bisa melatih tiga tim besar, di ketiga tim itu dia mewarisi pemain-pemain bagus,” kata Keys di Sky Sports.

“Dia membuang-buang jutaan Pounds di Man City. Memang dia mempersembahkan trofi, tapi memang sudah seharusnya begitu dengan banyaknya uang yang terbuang.”

Salah satu noda dalam karier Guardiola di Man City adalah trofi Liga Champions. Hingga kini Pep belum bisa mempersembahkan gelar bergengsi tersebut, padahal sudah mengeluarkan banyak uang untuk membentuk tim tangguh.

Musim ini, Man City merekrut Erling Haaland sebagai upaya memperkuat skuad. Haaland diharapkan bisa membantu Man City mencapai trofi Liga Champions, meski Pep membantahnya.

“Semua pemain yang datang ke sini oleh klub untuk membuat kami lebih baik, itu masuk akal,” kata Guardiola di situs resmi klub.

“Jika kami hanya mengandalkan Erling, kami tidak akan memenangkan Liga Champions.”

“Mudah-mudahan, kami bisa melakukannya. Dia datang ke sini karena kami meyakinkannya. Kami tidak memiliki striker dan dia merasa bisa bermain bersama kami.”